Keunggulan Sekolah Homeschooling

Sekolah homeschooling memang masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Padahal, para pendahulu sudah banyak mempraktekkan sekolah di rumah sejak masa sebelum kemerdekaan. Hal ini tidak terlepas dari keinginan untuk membentuk pola baru yang lebih mengacu pada nusantara ketimbang harus terus mengikuti pola pembelajaran yang sudah ada pada masa Belanda dan Jepang. 

Tidak jauh dari masa setelah kemerdekaan, para keluarga bangsawan Indonesia sudah mempraktekkan sekolah homeschooling. Sayangnya, tidak banyak rekam jejak yang menyatakannya sehingga untuk menemukan sejarahnya sangat sulit. Pada tahun 1970, terdapat tokoh musik Said Kelana yang memutuskan untuk mengadopsi sekolah di rumah untuk anak – anaknya. Seiring perkembangan teknologi, sekolah homeschooling mulai berkembang di Indonesia dan memiliki ruang tersendiri bagi masyarakat karena berbagai keunggulannya. Homeschooling atau sekolah formal? Pertimbangkan 5 keunggulan sekolah homeschooling berikut ini. 

Menggali Potensi Anak 

Tidak sedikit praktek sekolah homeschooling yang bertujuan untuk menggali potensi anak. Kurikulum sekolah formal terlalu kaku karena fokus pada kemampuan intelektual anak dalam bidang sains seperti matematika dan IPA. Sedangkan kemampuan lain seperti menggambar, bernyanyi, berbahasa inggris, dan olahraga hanya dianggap sebagai ekstra. Kenyataannya, tidak sedikit anak yang memiliki potensi besar di luar bidang tersebut namun tidak memiliki ruang gerak yang besar. Plus, kapasitas satu kelas membuat guru juga kesulitan fokus secara mendalam. Bukan berarti tidak bisa. 

Hal ini mendorong orang tua untuk mendaftarkan anak mereka di alternative school seperti homeschooling yang menyediakan berbagai variasi kurikulum. Tidak hanya fokus pada bidang sains, fleksibilitas sekolah yang hanya ditentukan pada ruang lingkung kecil anak dalam satu keluarga membuat jadwal harian bisa dimaksimalkan. Anak bisa sambil belajar musik, eksplorasi kemampuan lain, dan tidak perlu mengikuti alur anak – anak lain karena umumnya guru hanya fokus pada sebagian kecil bahkan satu orang anak saja. 

Fleksibel dalam Pengembangan Bakat 

Sebagai lanjutan manfaat dan tujuan dari menggali potensi anak, homeschooling memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada anak dan orang tua untuk menggapai dan melakukan hal yang mereka inginkan. Ibaratnya, anak maupun orang tua dapat fokus pada passion tanpa terhalang oleh pakem kurikulum yang sama. 

Tidak sedikit sekolah homeschooling yang juga menyediakan kurikulum berbasis internasional. Sehingga, sang anak sekolah di rumah tetapi kualitasnya seperti anak yang bersekolah di luar negeri. Anak dan orang tua juga bisa lebih fleksibel mengusulkan topik dan pembelajaran yang diinginkan, mengatur jadwal dan tempat yang lebih variatif. Hal ini akan berpengaruh pada kemampuan anak dalam berkonsentrasi, bebas mendapatkan inspirasi, dan tidak terkotak. 

Alternatif Pendidikan bagi Anak 

Homeschooling tidak sekedar berpindah tempat belajar mengajar dari di sekolah ke rumah. Pendidikan sekolah di rumah bisa menjadi alternatif bagi anak – anak dengan karakter atau kecenderungan bahkan kemampuan khusus tertentu. Misalnya, ada anak yang memiliki kecerdasan diatas rata – rata. Ia mungkin memiliki karakter yang antusias, kritis, dan kreatif. Jika sang anak di sekolahkan di sekolah formal yang satu kelas memiliki lebih dari 20 anak, ia mungkin bisa merasa bosan. Guru tentu tidak bisa hanya meladeni antusiasme-nya saja dan meninggalkan anak – anak lain yang belum mengerti. Untuk contoh kasus seperti ini, memberikan sekolah homeschooling bisa menjadi alternatif sekolah yang tepat. 

Menjamin Lingkar Pergaulan Anak 

Tidak semua anak mampu membawa nilai – nilai dari keluarga kecilnya keluar rumah tanpa terpengaruh dan tidak sedikit anak yang goyah dengan pergaulan di sekolah yang kurang baik serta tendensi untuk mengikutinya. Sekolah di rumah secara homeschooling bisa menjamin lingkaran pertemanan anak. Bukan berarti anak tidak bisa bergaul dengan orang disekitarnya, namun orang tua bisa memantau lebih baik. Hal yang paling krusial dan kemungkinan besar terjaga saat homeschooling adalah seputar mencontek, dan tawuran. 

Pemikiran Lebih Terbuka 

Tidak sedikit anak yang mengenyam pendidikan melalui homeschooling memiliki pemikiran yang lebih terbuka. Selain karena kurikulum yang terkadang berbasis internasional tetapi juga karena pengajar dan orang tua yang mendampingi proses mereka. Topik dan cara pembelajaran juga bisa dikustomisasi agar lebih fleksibel. Misalnya, mengunjungi tempat – tempat atau praktek langsung setiap topik pembelajaran yang dibahas. Sehingga, anak tersebut lebih siap saat menghadapi dunia nyata. 

Masih banyak lagi keunggulan sekolah homeschooling yang bisa diperoleh. Beberapa sekolah swasta juga mulai menerapkan beberapa nilai dan konsep homeschooling ke dalam metode pembelajaran mereka.  Homeschooling memberikan ruang gerak yang luas bagi anak dengan fleksibilitas yang dimiliki dalam konsep dan kurikulumnya. 

Open chat
Powered by