Homeschooling memang sudah ada sejak lama. Tetapi pertanyaan – pertanyaan seputar homeschooling tetap saja sama dan masyarakat masih sering menanyakannya. Tak jarang homeschooling juga sering dikaitkan dengan privileges untuk masyarakat dari kalangan ekonomi tertentu. Padahal, konsep homeschooling sendiri bukanlah tentang privilege. Tidak sedikit institusi yang menyediakan biaya homeschooling yang terjangkau tergantung dengan tingkatan dan kurikulum yang digunakan.

Intinya, bukan tentang mahalnya harga homeschooling, tetapi objektif yang ingin dicapai oleh konsep sekolah di rumah ini. Anda bisa mengacu pada manfaat dan keunggulan homeschooling . Lalu, apa saja 7 pertanyaan yang paling sering muncul dan ditanyakan oleh orang tua dan anak tentang Homeschooling? 

Berapa kisaran biaya homeschooling?

Pertanyaan sepertinya pasti muncul saat kita membicarakan tentang homeschooling. Tetapi, pertanyaan ini sebenarnya muncul dimana saja dan pada ruang lingkup pendidikan jenis apa saja. Kemudian, berapa sebenarnya besaran harga homeschooling di setiap tingkatan pendidikannya? Jawabannya beragam. Tidak hanya bergantung pada tingkatan pendidikannya tetapi juga kurikulum, jenis treatment, fokus, dan lain sebagainya. Cara institusi menentukan biaya homeschooling berbeda dengan pendidikan formal.

Mengapa demikian? Pendidikan formal memiliki objektif yang cenderung umum. Misalnya TK bertujuan mempersiapkan anak ke jenjang selanjutnya yakni SD. Sekolah Dasar (SD) bertujuan untuk mempersiapkan anak menuju SMP, dan seterusnya. Sementara Homeschooling, tidak hanya terbatas pada ruang lingkup itu saja. Homeschooling bisa mempertimbangkan prioritas, rencana studi, situasi anak dan keluarga, serta masih banyak lagi. Pendekatannya pun personal dan berbeda – beda setiap orang. Sehingga, konsultasi merupakan langkah yang tepat.

Berapa Jam Sekolah Homeschooling setiap hari-nya?

Tidak sedikit yang menanyakan tentang berapa durasi pembelajaran untuk pendidikan dengan metode homeschooling setiap harinya. Orang tua dan anak sering menanyakan hal ini seiring dengan perbandingan biaya homeschooling yang dikeluarkan. Tidak ada durasi homeschooling yang baku, tetapi lebih mengarah pada penyesuaian beberapa pertimbangan seperti kurikulum, prioritas, situasi dan kemampuan anak berkonsentrasi, waktu, dan masih banyak lagi.

Untuk anak yang memiliki prioritas menjadi pemain biola professional, sekolah homeschooling bertujuan untuk memberikan pemahaman umum bagi kehidupan sosialnya kedepan di luar cita – cita dan target hidupnya bermain biola. Sehingga, durasi homeschooling akan diarahkan untuk menyesuaikan kesibukannya latihan biola.

Homeschooling juga dapat menyesuaikan jam belajar anak dengan kemampuan konsentrasi yang sangat rendah. Durasi pembelajaran bisa diberikan secara berkala atau bergantian dengan waktu istirahat yang lebih sering. Penyesuaian dan pendekatan secara personal seperti ini yang membuat homeschooling sangat direkomendasikan. Terlepas dari kisaran biaya homeschooling itu sendiri, manfaat yang diperoleh juga sangat banyak.

Bagaimana Anak bisa bersosialisasi saat Homeschooling?

Selain pertanyaan seputar harga dan biaya homeschooling, kemampuan dan perkembangan sosialisasi anak juga dipertanyakan. Mengingat, homeschooling identik dengan belajar sendiri di rumah dengan guru dan orang tua. Namun, Anda juga tidak perlu khawatir. Sosialisasi anak sebenarnya tidak berkaitan erat dengan kenyataan bahwa anak tersebut memilih metode pembelajaran secara homeschooling. Anak tetap bisa bersosialisasi dimana saja dan kapan saja. Tidak harus dalam lingkungan sekolah formal.

Justru, homeschooling memberikan satu manfaat penting karena Anda sebagai orang tua bersama anak bisa menentukan dan menjaga lingkaran sosialisasi yang terarah dan lebih terjamin.

Apakah Anak yang Homeschooling lebih Pintar?

Kita tidak bisa menjamin hal ini terjadi pada setiap anak yang homeschooling. Tetapi, jika kita mengembalikan pemikiran dan tinjauan kita pada metode pembelajaran homeschooling yang lebih personal dan terfokus, hal ini bisa menunjang kecerdasan anak Anda. Homeschooling membuat pemikiran anak menjadi terbuka karena mereka bebas menyuarakan pendapat, pemikiran, dan inovasi mereka tanpa ada batasan.

Sistem pembelajaran yang dibangun secara personal dan fokus pada potensi yang dimiliki anak membuat homeschooling lebih efektif. Bayangkan seorang guru di sekolah formal harus memperhatikan 20 hingga 40 anak di dalam satu kelas. Masing – masing anak memiliki kecenderungan sendiri, dan sistem pembelajaran tidak bisa memenuhi semuanya. Sehingga, tak jarang ada potensi terselubung yang akhirnya terpendam. Homeschooling mampu memfasilitasi ini. Oleh karena itu, tak sedikit masyarakat yang menilai bahwa anak – anak sekolah homeschooling lebih pintar.

Open chat
Powered by