Homeschooling Writing Subject Sinergia

Mayoritas orang tua dan murid yang tertarik dengan Homeschooling pasti bertanya – tanya apa yang dipelajari saat mata pelajaran ‘Menulis’ atau yang biasa kita kenal dengan ‘ Writing’. Sekolah formal jarang sekali memiliki mata pelajaran spesifik untuk menulis kecuali tergabung dalam mata pelajaran atau subjek lain seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. 

Menariknya, di homeschooling terutama yang mengambil kurikulum Cambridge, ‘Menulis’ atau ‘Writing’ menjadi mata pelajaran yang penting. Siswa belajar bagaimana menuliskan dan menuangkan pikirannya ke dalam tulisan atau paragraf. Hal ini terdengar sederhana. Namun, siapa sangka jika banyak diantara siswa yang tidak mempelajari penulisan dengan baik akan menghabiskan waktu di meja berjam – jam tanpa bisa menulis apapun. 

Mari kita kupas, apa saja yang dipelajari dalam subjek ‘Writing’. Apakah hanya menulis saja? 

Proses Menulis, Paragraf, dan Struktur Penulisan 

Hal yang paling pertama dan utama dalam mata pelajaran ‘Menulis’ atau ‘Writing’ adalah bagaimana proses menulis. Tidak banyak yang tahu jika menulis ternyata membutuhkan proses. Jika siswa memahami bagaimana proses menulis dengan benar, maka tidak akan ada lagi yang berdiam di depan meja dengan kertas dan pensil berjam – jam tanpa menulis sepatah kata pun. 

Bagaimana siswa mulai mengolah apa yang ada dipikiran mereka, apa yang mereka pahami ke dalam kalimat mereka sendiri, kemudian bagaimana mereka menuangkannya dalam sebuah tulisan. Selanjutnya, siswa belajar bagaimana mengatur setiap informasi masuk ke dalam paragraf yang saling berhubungan satu sama lain sehingga membentuk struktur yang mudah dibaca. 

Semua orang bisa menulis, namun tak banyak yang bisa menuliskan sesuatu yang mudah dimengerti oleh penulis bahkan orang lain. Hasil dari pembelajaran ini tidak harus sesuatu yang rumit seperti novel, buku, dan lainnya tetapi bisa sangat sederhana seperti catatan sekolah. Ketika anak sudah bisa memahami bagaimana proses menulis, merangkai paragraf dan membangun struktur tulisannya, maka ia bisa dengan mudah menuangkan penjelasan guru dalam bahasanya sendiri di catatan miliknya. 

Analisa Pengetahuan (Knowledge Probe) 

Melangkah ke tangga selanjutnya dalam mata pelajaran menulis adalah bagaimana menganalisa pengetahuan dan menuangkannya ke dalam tulisan. Jika output sebelumnya adalah sesederhana sebuah catatan sekolah maka di tahap selanjutnya guru mengharapkan siswa untuk bisa menuangkan ilmunya untuk orang lain dalam tulisan. 

Sisi ini menjadi salah satu poin yang membuat Homeschooling menghasilkan siswa dengan kemampuan lebih. Mereka tidak hanya belajar hardskill tetapi juga softskill yang menunjang bagaimana mereka menggali dan menambah hardskill mereka. 

Ringkasan (Summarization) 

Tidak sedikit siswa yang kesulitan dalam menulis pengetahuan dalam versi mereka sendiri. Dan menghasilkan ringkasan jauh lebih sulit lagi. Siswa hanya perlu menuangkan apa yang mereka pahami dalam sebuah paragraf untuk membentuk tulisan. Mereka perlu mencerna semua paragraf dan menemukan intinya untuk menghasilkan ringkasan. Mata pelajaran ‘Menulis’ atau ‘Writing’ juga memberikan mereka ruang untuk mempelajari cara membangun ringkasan. 

Kemampuan meringkas akan memudahkan siswa di jenjang pendidikan yang lebih tinggi terutama dibangku perkuliahan dimana jumlah buku – buku yang dibaca sudah tebal dan banyak. Siswa harus bisa dengan cepat menemukan ringkasan atau intisari agar bisa mencerna pengetahuan lebih cepat, terstruktur, dan efisien. 

Penulisan Kreatif (Creative Writing) 

Bagian akhir tetapi bukan penutup dari pelajaran ‘Writing’ atau ‘Menulis’ adalah penulisan kreatif. Skill atau kemampuan menulis kreatif sangat dibutuhkan oleh siswa agar mereka tidak hanya bisa menghasilkan tulisan dari pengetahuan, menjabarkan ilmu untuk dibaca orang lain, tetapi juga mengajak, mempengaruhi, dan meyakinkan orang lain. 

Open chat
Powered by