Perbedaan Homeschool Online dengan Belajar di Rumah

Tren belajar di rumah saat ini mulai membuat masyarakat melirik homeschool online. Meskipun masih banyak yang salah kaprah tentang bagaimana cara kerja homeschool online, namun antusiasme itu ada di masyarakat. Lantas, apakah belajar di rumah dan homeschool online itu berbeda? Jika iya, dimana perbedaannya? Mari kita simak pemaparannya berikut ini. 

Apa itu Homeschool Online? 

Sebenarnya homeschool online tidak jauh berbeda dengan program homeschooling yang ada. Hanya berbeda di medianya saja, yakni secara online. Jika siswa yang mengikuti homeschooling pada umumnya memilih yang dekat dengan tempat tinggal, homeschool online memungkinkan siswa untuk memiliki yang jauh dari rumah bahkan di luar negeri. 

Selain itu, homeschool online juga mengarah pada sistem pembelajaran homeschooling yang saat ini dilakukan pada masa pandemi. Jika sebelumnya guru/fasilitator datang ke rumah atau siswa datang ke tempat fasilitator, maka homeschool online membuat mereka bisa melakukannya secara daring. 

Apa itu Belajar dari Rumah? 

Belajar dari rumah bisa mengacu pada beberapa hal, diantaranya: 

  • Pembelajaran online selama masa pandemi, atau 
  • Pembelajaran extra dari rumah melalui institusi les/bimbel 
  • Pembelajaran mandiri di rumah. 

Kalau kita mengacu ke perbandingan yang diinginkan, sepertinya lebih mengarah pada arti di poin pertama yakni pembelajaran online selama masa pandemi. Masyarakat mulai melirik homeschooling karena keterbatasan sekolah formal di masa pandemi dan berpikir apa bedanya pembelajaran seperti ini dengan homeschooling. 

Lalu bagaimana jawabannya? Apakah ada perbedaan antara homeschool online dan belajar dari rumah? 

Tentu saja berbeda. Pertanyaan ini memang terdengar baru dan fresh tapi sebenarnya mirip dengan pertanyaan – pertanyaan yang sudah lebih dulu ditanyakan sebelum masa pandemi. Anda bisa mengacu pada penjelasan di artikel ini

Homeschooling adalah sistem pembelajaran non-formal namun setara dengan formal dan memiliki objektif serta metode pembelajaran yang berbeda. Siswa yang memilih homeschooling bukan hanya karena ingin homeschooling saja, tetapi juga didukung oleh berbagai alasan. Beberapa diantaranya, 

  • Memiliki forecast karir masa depan yang sudah dimulai sejak dini. Misalnya atlit, pemain biola, dan sebagainya. Sehingga pembelajaran bukan lagi untuk mendapatkan kerja saat nanti sudah lulus, tetapi membekali pengetahuan umum yang mendukung masa depan. 
  • Kondisi keluarga. Jika siswa terlahir dari keluarga dengan profesi orang tua yang sering berpindah – pindah negara atau tempat, maka homeschooling sangat disarankan. Karena jika memaksakan untuk ikut sekolah formal, maka sang anak akan mendapatkan pembelajaran yang berbeda – beda karena beda negara pasti memiliki sistem yang berbeda pula. 
  • Profesi anak. Bisa saja di usia dini yang masih membutuhkan pendidikan, sang anak sudah bekerja atau memiliki profesi tertentu yang membuatnya tidak bisa mengikuti sekolah formal. Jadwal bentrok dan tidak mungkin izin terus. Misalnya artis, model, penyanyi, atau yang kebanyakan berada di sektor entertainment. 
  • Kondisi kesehatan anak. Jika sang anak memiliki riwayat penyakit tertentu yang membuatnya harus mendapatkan extra penangan setiap waktu, maka homeschooling menjadi pilihan yang tepat bagi mereka. 
  • Kondisi psikologis. Ada anak yang punya penyakit mental/psikologis tertentu seperti anxiety disorder, bipolar, dan lain sebagainya yang membuat mereka kemungkinan sulit berada di zona sekolah formal. 

Masih banyak alasan – alasan lainnya mengapa sekolah homeschooling justru dipilih. 

Sekolah Homeschool Online memiliki Objektif dan Metode yang Berbeda

Perbedaan selanjutnya yang ada di homeschool online dan belajar di rumah adalah objektif. Objektif sekolah formal yang paling umum adalah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya dengan belajar kurikulum dari pemerintah. Hal yang sama untuk sekolah swasta. 

Bagaimana dengan homeschooling? Selain hal tersebut, homeschooling punya misi yang lain tergantung kurikulum yang digunakan. Pada intinya, homeschooling punya misi yang lebih spesifik dibandingkan dengan sekolah formal. Sekolah formal memiliki 20 – 40 anak dalam satu kelas, Guru kesulitan memberikan treatment spesifik untuk masing – masing anak. Homeschooling mampu melakukan hal tersebut karena biasanya satu guru dan fasilitator hanya menangani < 5 anak dalam satu waktu. Pembelajaran juga disesuaikan sekali dengan forecast karir, saran orang tua, kondisi keluarga, dan berbagai faktor lainnya melalui diskusi matang dan intensif. Hal ini sulit sekali dilakukan di sekolah formal. 

Jadi, terlihat sudah bagaimana perbedaan antara homeschool online dengan belajar dari rumah. Bukan perkara tempat dan media, tetapi juga objektif dan alasan untuk memilih sistem pembelajaran tersebut.

Open chat
Powered by